Mengenal Beberapa Jenis Pemeriksaan EKG Jantung

By | May 27, 2017

Mesin EKG merupakan salah satu alat medis yang digunakan untuk mendiagnosa kesehatan jantung seseorang. Alat yang banyak digunakan diberbagai klinik dan rumah sakit ini mampu untuk merekam setiap aktivitas elektrik pada jantung dimana hasil yang didapatkan akan ditampilkan dalam bentuk grafik yang mempunyai karakteristik. Kenapa aktivitas elektrik atau listrik yang diperiksa? Hal ini karena secara alami jantung mempunyai sistem kelistrikan sendiri yang menggerakan setiap otot jantung ketika memompa darah.

Grafik karekteristik yang khas akan dihasilkan oleh jantung yang normal. Namun ketika jantung sedang mengalami gangguan seperti adanya kerusakan otot jantung atau irama detak jantung yang tidak beraturan, hal ini akan mengubah grafik EKG yang dihasilkan.

Pemeriksaan EKG sendiri sangat disarankan bagi mereka yang mempunyai riwayat sakit jantung, yang kecanduan merokok, obesitas, diabetes, kolesterol dan yang menderita hipertensi. Hal ini karena orang-orang seperti tersebut sangat beresiko terkena serangan penyakit jantung. Dengan dilakukan pemeriksaan dini maka diharapkan akan bisa terdeteksi dan dilakukan penanganan medis yang tepat.

Mesin EKG yang biasa digunakan oleh para dokter umumnya adalah mesin EKG fukuda. Selain karena kinerja dan kualitasnya yang memuaskan, harga mesin EKG fukuda juga cukup terjangkau untuk kalangan dokter atau rumah sakit.

Dalam melakukan pemeriksaan jantung dengan EKG, nantinya pada pasien atau orang yang diperiksa akan dipasang beberapa elektroda di daerah sekitar jantung dan denyut nadi, seperti dada dan pergelangan tangan. Elektroda ini yang nantinya akan memeriksa arus listrik yang ada di jantung dan hasilnya akan ditampilkan pada layar mesin EKG.

Pemeriksaan jantung dengan EKG ini terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu :

  • Resting ECG

Pada jenis pemeriksaan ini, pasien atau orang yang diperiksa harus dalam posisi berbaring dan tidak boleh melakukan gerakan apapun, karena apabila bergerak otomatis otot-otot akan ikut bergerak dan menimbulkan impuls listrik yang bisa mengganggu jalannya pemeriksaan. Waktu yan diperlukan pada pemeriksaan EKG jenis ini biasanya sekitar 5 hingga 10 menit.

  • Ambulatory ECG

Pemeriksaan ini dilakukan ketika pada pemeriksaan jenis resting ECG tidak bisa mendeteksi aktivitas jantung secara jelas. Pada jenis pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasang alat perekam portable pada pasien selama kurang lebih 24 jam, supaya semua aktifitas jantung bisa terekam. Si pasien pun tetap bisa bergerak bebas ketika melakukan ambulatory ECG. Jenis pemeriksaan ini sangat cocok dilakukan pada mereka yang baru sembuh dari sakit jantung guna memastikan kondisi jantungnya tetap berfungsi normal.

  • Test Stres Jantung

Pemeriksaan atau tes stress jantung ini mirip dengan ambulatory ECG, bedanya hanya pada sarana yang digunakan yaitu dengan bantuan sepeda atau treadmill dan dilakukan selama kurang lebih 15 hingga 30 menit.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *